10 Saham Paling Mahal di Bursa Efek Indonesia

10 Saham Paling Mahal di Bursa Efek Indonesia [Aman Untuk di Beli]

Minat masyarakat Indonesia berinvestasi di pasar modal semakin tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat berinvestasi saham, terutama investor ritel.

Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan pribadi atau badan usaha terhadap sebuah perusahaan. Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat transaksi jual beli saham perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan ke publik.

Dulu, Indonesia mengenal dua bursa efek yakni Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Kini keduanya digabung dan berubah nama menjadi BEI yang memperdagangkan lebih dari 700 emiten.

Dari ratusan perusahaan terbuka yang tercatat di BEI tersebut, harga sahamnya bervariasi. Harga saham terendah saat ini yakni Rp 50 per lembar atau yang dikenal dengan sebutan saham gocap.

Sebaliknya deretan teratas harga saham tertinggi di BEI saat ini dipastikan berada di atas level Rp 10.000 per lembar saham. Sebelum tahun 2019, selama beberapa tahun, harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) selalu berada di urutan teratas yakni mencapai Rp 45.000 per lembar sahamnya.

Namun produsen consumer goods tersebut kemudian melakukan pemecahan nilai saham (stock split) sehingga saat ini saham UNVR diperdagangkan di level Rp 7.200 per lembar.

Setelah stock split, posisi pertama saham termahal di BEI Unilever tersebut kemudian digantikan oleh PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Daftar 10 Saham Paling Mahal Terbaik

Berikut daftar 10 saham paling mahal di Bursa Efek Indonesia sebagaimana dikutip pada perdagangan saham hari ini:

  1. PT Gudang Garam Tbk (GGRM): Rp 41.275
  2. PT Bank Central Asia (BBCA): Rp 36.675
  3. PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI): Rp 29.000
  4. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI): Rp 28.500
  5. PT United Tractor (UNTR): Rp 26.975
  6. PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Rp 16.000
  7. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) Rp 14.700
  8. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rp 14.025
  9. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM): Rp 12.800
  10. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 12.500

Rekomendasi saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan kenaikannnya pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/1/2021).

Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melonjak 1,45 persen pada level 6.153,63 Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan mengatakan, rencana pelaksanaan vaksinasi di Indonesia akan menjadi katalis positif bagi pasar.

Selain itu aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai diberlakukan hari ini, mendorong optimisme pemulihan pasar dari sentimen Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemula “Pelaksaan vaksin di Indonesia, bila terjadi sesuai jadwal masih akan menjadi katalis positif kenaikan IHSG dalam sepekan ke depan. Sementara itu, PPKM yang hanya dilaksanakan terbatas di beberapa Kota/Kabupaten saja menyebabkan pasar cepat pulih dari sentimen PSBB diperketat kali ini,” kata Hans melalui pesan singkat.

Seiring naiknya kasus Covid 19 di Indonesia, Pemerintah terpaksa mengambil kebijakan Pelaksanaan (PPKM melalui instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 – 25 Januari 2021.

Pembatasan kegiatan masyarakat berfokus pada beberapa sektor, yaitu tempat kerja atau perkantoran, kegiatan belajar mengajar, restoran atau tempat makan, mall atau pusat perbelanjaan dan tempat ibadah.

Untuk sektor essensial dan kegiatan konstruksi diizinkan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pembatasan ini jauh lebih longgar di bandingkan PSBB ketat pertama kali di Bulan Maret.

Pembatasan juga tidak dilakukan di semua wilayah Kota/Kabupaten di Jawa dan Bali, namun hanya dilaksanakan terbatas di beberapa Kota/Kabupaten saja.

Sementara sentimen eksternal yang membayangi pergerakan pasar adalah, kabar yang menyebutkan dua suntikan vaksin produksi Moderna cukup untuk perlindungan jangka panjang terhadap infeksi virus SARS CoV-2 alias virus corona baru penyebab wabah Covid-19.

Sementara itu, vaksin CoronaVac yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China menyatakan efektif 78 persen dalam uji coba tahap akhir di Brasil. Meskipun, Vaksin CoronaVac memiliki tingkat keefektifan di bawah Pfizer dan BioNTech, vaksin ini lebih mudah untuk didistribusikan dan dapat disimpan pada suhu lemari es normal.

Sentimen juga muncul dari kenaikan kasus Covid-19 yang mendorong banyak negara melakukan lockdown secara ketat. Negara Eropa yang melakukan kebijakan ini antara lain Jerman, Italia, dan Spanyol.

Sementara di kawasan Asia, Jepang sudah melakukan penguncian sebagian dan rencananya akan disusul oleh Korea Selatan.

Di sisi lain, kenaikan harga miyak yang signifikan beberapa hari terakhir juga menjadi sentimen penggerak pasar.

Hal ini terjadi pasca keputusan Arab yang memangkas produksinya sebanyak 1 juta barrel per hari mulai Februari hingga Maret. Hal ini lebih dari cukup untuk mengkonter kenaikan produksi yang dilakukan Rusia dan Kazakhstan sebanyak 75.000 barrel per hari.

“Pemotongan tersebut dilakukan sebagai upaya membujuk sebagian besar produsen dari grup yang terdiri dari Organisasi Negara Eksportir Minyak dan untuk mempertahankan output tetap stabil di tengah kekhawatiran penguncian aktivitas sosial yang akan menekan permintaan.

Keputusan Arab Saudi membuat harga minyak mentah mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir,” jelas dia.

Sementara itu, pergantian Presiden AS 20 Januari 2021 setelah Kongres mengonfirmasi terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat dan hasil Pemilu Gorgia yang berpotensi menimbulkan gelombang biru untuk mendorong stimulus fiskal lebih besar.