falling asleep
Image by Freepik.com

Tidur pada jam-jam ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung

Tidur di antara jam-jam tertentu telah terbukti mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Tahukah Anda bahwa lebih dari 80% kasus penyakit jantung dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat?

Kita mungkin tidak bisa mengontrol gen yang mempengaruhi kesehatan jantung, tapi kita bisa berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan makan makanan yang kaya serat. Tapi Anda mungkin sudah tahu semua itu.

Nah, ini adalah sesuatu yang mungkin Anda dengar untuk pertama kalinya:

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 di European Heart Journal menemukan bahwa orang yang tidur antara pukul 10:00 hingga 22:00. Dan jam 11 malam lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki penyakit jantung dibandingkan mereka yang memilikinya sebelum atau sesudahnya.

Soalnya, tubuh kita memiliki jam internal 24 jam yang dikenal sebagai ritme sirkadian. Ini adalah sistem biologis yang membantu mengatur fungsi fisik dan mental.

David Plans (penulis studi) dan timnya tidak dapat secara resmi menyimpulkan bahwa ini adalah penyebabnya tanpa bukti lebih lanjut. Namun, dia sangat yakin bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur dini atau larut malam dapat mengganggu jam internal kita. Hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan jantung kita.

Baca Juga  5 Rahasia Cara Membuat Wajah Glowing

Apa yang terjadi dalam studi + hasil

Tim Plan menganalisis data dari lebih dari 88.000 peserta yang disimpan di Biobank di Inggris. Sekitar 60% dari peserta adalah perempuan, dengan usia rata-rata 61 tahun. Sebagai bagian dari penelitian, peserta ditanya tentang kebiasaan sehat sehari-hari mereka. Mereka juga dilengkapi dengan alat pelacak tidur.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang tidur antara jam 11 malam. Dan pada pukul 23.59 mereka memiliki risiko 12% lebih tinggi terkena penyakit jantung. Persentase itu naik menjadi 25% pada tengah malam atau lebih. Tidur lebih awal juga tampaknya tidak aman, dengan risiko penyakit jantung 24% lebih tinggi.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, para peneliti menghilangkan faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Ini termasuk merokok, hipertensi, dan status sosial ekonomi. Hasil mereka sama.

Tentu saja, ini bukan hipotesis baru. Banyak dari sistem kita dipengaruhi oleh jam internal kita. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan waktu tidur yang tidak normal (seperti pekerja shift) memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Misalnya, mereka sulit berolahraga dan makan dengan baik.

Baca Juga  6 Makanan Alami yang Lebih Baik dari Protein Shake untuk Membangun Otot

Kesimpulan

Para peneliti percaya temuan mereka menyoroti hubungan potensial antara waktu tidur dan kesehatan jantung. Namun, mereka mengingatkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan di bidang ini.

Jika penelitian lain mendukung temuan ini, perencanaan tidur yang tepat mungkin merupakan strategi kesehatan masyarakat yang hemat biaya untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Tentu saja, beberapa tidak selalu dapat mengontrol waktu tidur mereka karena pekerjaan dan tanggung jawab. Namun bila memungkinkan, para ahli tidur merekomendasikan konsistensi dengan jadwal tidur Anda. Hindari makan besar atau minum kafein sebelum tidur. Ciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang dan usahakan untuk tidur selama 7-8 jam.

Peningkatan penelitian menunjukkan bahwa memprioritaskan kualitas tidur tidak hanya bermanfaat untuk hari berikutnya, tetapi juga untuk kesehatan Anda secara keseluruhan dalam jangka panjang.