CARA MANDI WAJIB SETELAH HAID

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid, Lengkap Dengan Bacaan Doanya

Menjadi seorang perempuan memang dikatakan cukup istimewa jika dibandingkan dari lelaki karena memiliki beberapa hal. Salah satunya ialah menjalani masa menstruasi. Namun sebagai wanita, perlu memperhatikan setidaknya niat, perintah dan tata cara mandi wajib setelah haid.

Niat Mandi Wajib setelah Haid

Niat mandi wajib setelah haid harus dilakukan ketika seorang wanita telah selesai dari masa menstruasi, nifas dan juga jimak. Oleh sebab itu, pembacaannya pun berbeda-beda sehingga perlu dipahami oleh perempuan agar tidak salah melaksanakannya dan dinilai sah di mata Allah.

Bagi perempuan yang sudah usai dari masa menstruasinya bisa segera melakukan mandi junub agar dapat melakukan ibadahnya lagi. Dengan melaksanakannya, maka seseorang akan kembali suci untuk menunaikan sholat, membaca qur’an, menunaikan puasa dan tuntunan lainnya.

Anda bisa menghafalkan niat mandi wajib selesai haid yakni “Nawaitul ghusla liraf’I hadatsil haidil lillahi Ta’ala”. Sementara untuk pelafalan secara umum, seorang perempuan juga dapat melafalkan “Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala”

Perintah Mandi Wajib setelah Haid

Mandi sendiri bertujuan untuk membersihkan diri dari kotoran menempel pada tubuh. Landasan perintah dalam menjalankannya pun sudah dijelaskan pada Al-Qur’an tepatnya surat An Nisa ayat 43 dan juga Al-Maidah ayat 6.

Baca Juga  Cara Menghilangkan Lemak Perut dalam 2 Minggu: 5 Cara Sederhana yang Terbukti

Dalam surat An Nisa ayat 43 menjelaskan bahwa larangan bagi orang-orang yang menjalankan sholat apabila sedang mabuk dan junub. Hal ini menunjukkan jika seorang perempuan setelah masa haidnya diwajibkan untuk melakukan mandi wajib agar bisa menunaikan ibadah kembali pada Allah.

Sementara surat Al Maidah ayat 6 menjelaskan jika seorang umat hendak mengerjakan shalat maka dianjurkan untuk membasuh muka dan tangan sampai siku dan bersihkan kepala serta kaki. Lalu apabila sedang junub, mandi terlebih dahulu. Pernyataan ini membuat mandi wajib sebagai kewajiban

Cara Mandi Wajib setelah Haid

Ada beberapa tata cara dalam mandi wajib setelah haid yang perlu diperhatikan bagi seorang perempuan. Hal ini penting untuk dipahami sebelum menjalankannya. Pertama-tama adalah wajib membaca niat terlebih dahulu seperti lafal pada penjelasan sebelumnya.

Selanjutnya bersihkan kedua tangan sebanyak tiga kali. Lanjutkan dengan membasuh bagian tubuh yang dianggap kotor menggunakan tangan kiri hingga bersih cukup memakai air mengalir saja. Lalu ulangi untuk mencuci tangan.

Baca Juga  8 Penyebab Jerawat yang Perlu Diperhatikan dan Cara Mengatasinya

Lanjutkan dengan berwudhu dan tidak lupa untuk membaca niat wudhu sebelumnya. Basuhlah kepala sebanyak tiga kali sampai ke ujung. Pisah-pisahkan rambut dengan jari. Selanjutnya bisa mengguyur seluruh tubuh lalu menggunakan sabun dan sampo kemudian dibasuh kembali.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mandi Wajib setelah Haid

Dalam menjalankan mandi wajib setelah haid, Anda perlu memperhatikan beberapa hal agar sah dan benar-benar mensucikan diri sesudah masa menstruasi. Pertama adalah gunakan air yang terjamin suci dan membersihkan seluruh badan tanpa terkena kotoran jika bisa mengubah bau dan sifatnya.

Perlu Anda pahami bahwa mandi wajib dihukumi sebagai pengganti wudhu. Artinya Anda tidak perlu berwudhu lagi setelah menjalankannya karena masih suci kecuali ada beberapa hal yang bisa membatalkannya.

Pastikan jika seluruh tubuh telah terkena air tanpa terkecuali. Hal ini berguna demi memastikan bahwa keseluruhan badan sudah terbebas dari segala kotoran yang menempel sebelumnya. Berikutnya jangan gunakan tutup kepala.

 

Itulah tadi beberapa ulasan mengenai cara mandi wajib setelah haid. Anda wajib mempraktekannya ketika masa menstruasi memang sudah usai. Jangan pernah menundanya agar bisa segera melakukan ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa.