Bahaya Kesehatan jika Kita Makan Makanan yang Digoreng, Apa Saja?

Beae.us, Banyak jenis lauk pauk atau camilan yang dimasak dengan cara digoreng. Sebut saja seperti gorengan, ayam atau ikan goreng, tahu, tempe, onion ring, dan sebagainya.

Makanan yang digoreng itu bisa dibilang menjadi favorit banyak orang. Namun, di balik rasa lezatnya itu, terdapat beberapa dampak negatif pada kesehatan kita.

Meski begitu, ahli gizi dan diet terdaftar, serta juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Julie Stefanski, RDN mengatakan bahwa baik buruknya gorengan ternyata tergantung pada banyak hal.

Faktor-faktor tersebut meliputi jenis minyak goreng, suhu penggorengan, ukuran porsi, dan seberapa sering kita memakan makanan yang digoreng.

Dikutip dari Kompas.com, berikut ini dampak buruk yang didapatkan jika kita makan makanan yang digoreng.

Baca Juga :   Hemat Jutaan! Cara untuk Cerahkan Siku dan Lutut Hitam Inilah Rahasia Manfaat Baking Soda dan Susu

1. Berisiko terkena penyakit Jantung

Orang yang makan paling banyak gorengan, 22 persen kemungkinan terkena penyakit jantung, daripada yang tidak.

Bukan hanya itu, mereka juga 28 persen lebih mungkin mengalami peristiwa kardiovaskular utama, seperti stroke atau gagal jantung.

Hal itu terbukti dari tinjauan terhadap 17 riset yang diterbitkan Heart tahun 2021.

Peradangan dan stres oksidatif juga bisa meningkat karena senyawa yang disebut produk akhir glikasi lanjutan terbentuk dari aktivitas menggoreng makanan pada suhu sangat tinggi.

2. Berisiko terkena Diabetes tipe 2

Diketahui, makanan yang digoreng sangat padat kalori sehingga makanan tersebut dapat memberikan lebih banyak energi daripada yang dibutuhkan seseorang.

Baca Juga :   Makanan Penambah Sel Darah Merah

Stefanski mengatakan bahwa penambahan berat badan bisa membuat tubuh sulit menggunakan insulin dengan benar.

Hal tersebut pun pada akhirnya dapat meningkatkan kadar gula darah.

3. Berisiko terkena Kanker

Secara teori, gorengan bisa menyebabkan kanker.

Hal itu karena adanya senyawa kimia yang disebut akrilamida yang berpotensi karsinogenik.

Senyawa itu dihasilkan karena aktivitas memasak dengan suhu panas yang tinggi, menurut National Cancer Institute.

Selain itu, Stefanski menyebut akrilamida juga bisa didapat dari asap tembakau.

Meski begitu, penelitian tentang dampak akrilamida ini masih samar.

Sehingga, masih belum diketahui seberapa banyak gorengan yang menjadi pemicu perkembangan kanker.